TOBELO – Kapolres Halmahera Utara (Halut), AKBP Erlichson Pasaribu, mengajak masyarakat Desa Samuda, Kecamatan Galela Barat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga mengingatkan warga agar menghindari konsumsi minuman keras (miras) yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Ajakan tersebut disampaikan Erlichson saat bertatap muka dengan warga dalam kegiatan Minggu Kasih yang digelar di Gereja GMIH Eppata, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kapolri dalam memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Erlichson turut menyinggung peristiwa yang terjadi di KM 19 sehari sebelumnya. Ia mengatakan, Polres Halut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk mengungkap kejadian tersebut.
Menurut Erlichson, dua orang saksi telah diamankan, sementara dua saksi lainnya masih dalam proses pencarian untuk dimintai keterangan guna membantu penyelidikan.
“Kedatangan saya pada pagi hari ini berkaitan dengan kejadian yang terjadi kemarin di KM 19. Namun, sebelum menyampaikan hal tersebut, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu sebagai Kapolres Halmahera Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya mendukung semangat Presisi Polri, terutama dalam membangun kedekatan dan memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat.
Erlichson juga mengimbau masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar tidak takut berinteraksi dengan kepolisian. Ia menegaskan bahwa polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
“Jangan menganggap kehadiran polisi sebagai sesuatu yang menakutkan atau selalu berkaitan dengan tindakan negatif. Kami hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” katanya.
Ia mempersilakan warga untuk datang langsung ke kantor polisi apabila menghadapi persoalan atau membutuhkan bantuan. Menurutnya, Polri terus berbenah dan berkomitmen meningkatkan pelayanan agar semakin dekat dengan masyarakat.
Karena itu, ia mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh warga dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Selain itu, Erlichson menyoroti persoalan tindak penganiayaan, khususnya terhadap perempuan dan anak, yang dinilainya perlu menjadi perhatian bersama.
Ia mengingatkan bahwa konsumsi minuman keras berpotensi memicu gangguan keamanan dan berbagai persoalan sosial. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi, bahkan menghindari, konsumsi miras.
“Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh bapak dan ibu agar dapat mengurangi, bahkan menghindari, konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu terjadinya gangguan keamanan. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.












