Bupati Piet Beberkan Bahaya Kemarau di Halut, Warga Diminta Jangan Bakar Lahan Sembarangan

- Editor

Senin, 20 Juli 2026 - 15:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TOBELO, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Cuaca panas dan kondisi udara yang semakin kering dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mengatakan musim kemarau tahun ini mulai dirasakan di wilayah Maluku Utara, termasuk Halmahera Utara. Kondisi tersebut ditandai dengan suhu udara yang lebih tinggi dan kelembapan yang menurun.

“Musim kemarau berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta menjaga lingkungan dan berhati-hati dalam setiap aktivitas, terutama saat berada di kebun,” kata Piet, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Bupati Piet Babua Raih Penghargaan dari Mendagri, KNPI Halmahera Utara: Bukti Kerja Nyata untuk Rakyat

Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi, sosial, hingga berdampak pada kesehatan masyarakat.

Piet menyebut puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September, bahkan dapat berlanjut hingga Oktober 2026. Karena itu, warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila pembakaran tidak dapat dihindari, warga diminta membuat sekat atau batas bakar agar api tidak merembet ke area lain.

Baca Juga :  8 Pejabat Pemkab Halut Dirotasi, Sekda Tegaskan Pesan Keras: Jaga Integritas dan Tingkatkan Profesionalisme

“Pencegahan jauh lebih penting. Jangan sampai kelalaian kecil memicu kebakaran yang merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Pemkab Halmahera Utara, lanjut Piet, telah mengeluarkan imbauan resmi sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat, pemerintah desa, atau BPBD apabila menemukan titik api maupun kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Follow WhatsApp Channel jurnalhalmahera.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasman Temui Menteri KKP, Lima Desa di Halmahera Utara Berpeluang Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
8 Pejabat Pemkab Halut Dirotasi, Sekda Tegaskan Pesan Keras: Jaga Integritas dan Tingkatkan Profesionalisme
Pantai Tersembunyi di Loloda Kepulauan Jadi Primadona, Warga Desak Pemda Halut Garap Potensi Wisata untuk Dongkrak PAD
Yandre Sumtaki Tegaskan Bupati dan Wakil Bupati Halut Tetap Solid Jalankan Visi SETARA
Bupati Piet Hein Babua Ajak Warga Halut Ikut Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Diri Tidak Berkaitan Dengan Pajak
PWI Halmahera Utara Audiensi dengan Dandim 1508/Tobelo, Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi
Akses Warga Dimudahkan, Babinsa Kodim 1508/Tobelo Hadir Bagun Jembatan Sementara
Pemkab Halut Gelar Pleno Penetapan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:10 WIT

Kasman Temui Menteri KKP, Lima Desa di Halmahera Utara Berpeluang Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:24 WIT

8 Pejabat Pemkab Halut Dirotasi, Sekda Tegaskan Pesan Keras: Jaga Integritas dan Tingkatkan Profesionalisme

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:30 WIT

Pantai Tersembunyi di Loloda Kepulauan Jadi Primadona, Warga Desak Pemda Halut Garap Potensi Wisata untuk Dongkrak PAD

Senin, 20 Juli 2026 - 15:19 WIT

Bupati Piet Beberkan Bahaya Kemarau di Halut, Warga Diminta Jangan Bakar Lahan Sembarangan

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:11 WIT

Yandre Sumtaki Tegaskan Bupati dan Wakil Bupati Halut Tetap Solid Jalankan Visi SETARA

Berita Terbaru